
Jakarta, Nerds Lib Indonesia
—
Keresahan penulis
Andre Syahreza
akan situasi sosial-politik yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, ditambah pengalamannya menjadi mahasiswa era ’98, coba ia tuang dalam prosa imajinatif bernama Semesta Nekra.
Buku ke-tujuh yang ditulis oleh mantan jurnalis pada 2025 ini resmi dirilis pada Mei 2026, 28 tahun sejak dirinya ikut menjadi saksi hidup momen berakhirnya kekuasaan Orde Baru kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semesta Nekra merupakan buku fiksi yang terdiri 30 cerpen yang terbagi menjadi tiga babak. 30 cerita pendek tersebut dinarasikan dari sudut pandang karakter yang berbeda-beda, tapi memiliki benang merah yang sama: bersinggungan dengan sosok bernama Nekra Selabar.
Dari berbagai sudut pandang tersebut –mulai dari pedagang asongan, prajurit tentara, tukang gali kubur, hingga teknisi mikrofon– semua tokoh menceritakan petikan pengalaman mereka yang menjadi bagian dari perjalanan hidup dan politik seorang Nekra Selabar.
Nekra dikisahkan sebagai mahasiswa dan aktivis penentang Orde Baru, hingga kemudian mengalami penculikan, berkembang menjadi politisi dan masuk pemerintahan, hingga menjadi pion perubahan politik Indonesia di masa depan.
Andre seolah menempatkan pembaca seperti menyaksikan potongan-potongan wawancara kesaksian warga dari 1994 hingga 2033 mengenai pengalaman hidup mereka yang bersinggungan dengan Nekra, yang dibungkus dengan gaya bercerita khas cerpen.
“Kalau buku ini dideskripsikan ’98 sebagai ‘keyword’ sebenarnya itu agak
misleading
, karena novel ini enggak spesifik tentang ’98 atau kejadian pada ’98 kayak Laut Bercerita, tapi memang dimulai suasananya dari sana, 1994 hingga berakhir di 2033,” kata Andre saat berbincang dengan
Nerds LibIndonesia.com
pada Minggu (25/5).
“Semangat reformasi lebih pas dibanding ’98. Semangat reformasi karena jadi aktual lagi sekarang, menemukan momentum lagi terkait situasi sekarang.”
“Saya lihat karena pengalaman pada ’98 saat saya masih jadi mahasiswa, terus sekarang sepertinya gestur-gestur [situasi] ’98 hadir hadir lagi, saya tergerak untuk menyampaikan ‘jangan-jangan reformasi akan terulang lagi’,” kata Andre.
“Artinya hal yang dulu seperti oligarki, harga-harga mulai tinggi, itu terulang lagi. Jadi saya ingin pembacanya bisa melihat bagaimana sebenarnya ‘kok reformasi itu tidak berhasil?’ bagaimana supaya kita terlibat dalam wacana tersebut.”
[Gambas:Instagram]
Tak semua tahun ditulis Andre dalam rentang waktu cerita novel ini yang menyentuh nyaris empat dekade. Ia memilih sejumlah tahun spesifik yang mengikuti peristiwa-peristiwa sosial-politik di Indonesia, atau pun ajang yang disebut sebagai pesta demokrasi.
Namun Andre Syahreza menolak bila novel ini bertema utama politik, apalagi sejarah. Bagi lulusan Fakultas Sastra Universitas Udayana ini, Semesta Nekra adalah wadah baginya dalam meracik karya sastra dan jurnalistik, dua dunia yang menjadi bagian hidupnya sedari dulu.
“Saya cuma berangkat dari eksperimen penulisan,” kata Andre. “Sebenarnya ini sangat mencerminkan perjalanan karier saya sih, antara jurnalisme dan sastra, itu masih menyatu.”
“Saya enggak terlalu punya agenda politik untuk menulis ini, malah sebenarnya tema itu buat saya jadi nomor dua, nomor satunya eksperimen format penulisan,” paparnya. “Jadi saya lebih ke bagaimana menuliskan cerita yang enggak pada umumnya, cara berceritanya. Jadi bukan hanya ceritanya yang penting, tapi cara berceritanya.”
Sebelum jadi penulis buku, Andre Syahreza pernah bekerja sebagai jurnalis di Bali Post dan TEMPO. Ia juga pernah menjadi editor majalah djakarta! dan tulisannya di majalah itu dikumpulkan dalam sejumlah buku.
Andre Syahreza juga pernah diundang ke Belanda untuk meneliti sejumlah karya sastra Indonesia bertemakan Politik Warisan oleh The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Nerds Lib]
Baca lagi: A24 Dapat Suntikan Investasi Google Kembangkan AI
Baca lagi: Sadar Enggak Letak Kancing Baju Pria dan Wanita Berbeda? Ini Alasannya
Baca lagi: Dampak Siklon Tropis Mekkhala di Indonesia dan Daftar Wilayahnya


8 Responses
Artikel ini sangat menarik karena menyajikan informasi yang lengkap dan terpercaya.https://curation.masternewmedia.org/p/119087317/2011/05/10/mediations-towards-a-definition-of-curation
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.carwrap.justmakeweb.com/board/1492/33925/unlocking-comfort-and-styleexploring-the-hayati-duo-mesh-7000.html tadi.
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2008-5048 karena materi di sana cukup relevan.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://article.pchome.net/content-1053488.html ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Semoga kualitas artikel di blog ini selalu terjaga. Saya juga sering mendapatkan bacaan menarik dari https://supplyautonomy.com/king88comguru.vn/zh.
Artikel ini menawarkan kedalaman akademis namun dengan fleksibilitas bacaan populer https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/8/
Metodologi berpikir penulis dalam mengurai masalah di artikel ini sangat patut dicontoh https://www.kufirst.center.ku.ac.th/km-fv/
Topiknya menarik dan pembahasannya mengalir dengan baik. Ada juga informasi lain yang bisa ditemukan di https://www.provenexpert.com/en-us/public-relations-newsroom/.